Hasil Riset Pupuk Organik Cair Buah Maja, Manfaat & Cara Membuatnya

Sahabat petani pasti sering melihat buah bulat berukuran besar dengan kulit hijau keras yang tumbuh liar di pemukiman atau areal perkebunan. Tanaman tersebut adalah maja (Aegle marmelos L.) atau sering kita sebut juga sebagai buah beraja. Hasil Riset Pupuk Organik Cair Buah Maja, Manfaat & Cara Membuatnya

Baca juga: Membuat Pupuk Organik dari Limbah Tomat

Meskipun pohon ini dapat tumbuh sangat subur di berbagai pelosok nusantara, masyarakat sering kali membiarkan buah maja membusuk begitu saja di tanah. Daging buahnya memiliki rasa yang sangat pahit dan aroma khas yang cukup menyengat saat terbelah.

Namun demikian, di balik rasa pahit tersebut, buah maja menyimpan potensi nutrisi yang luar biasa bagi sektor pertanian modern. Kandungan hara makro serta mikro yang tinggi memicu rasa penasaran para peneliti untuk menyulapnya menjadi pupuk cair alami.

Ciri-ciri Utama Tanaman dan Buah Maja:

  • Habitus Pertumbuhan: Pohon berkayu keras yang mampu bertahan hidup pada iklim kering serta kondisi tanah marginal.
  • Karakteristik Buah: Buah berbentuk bulat atau lonjong dengan cangkang luar yang sangat keras berwarna hijau hingga kekuningan.
  • Kandungan Bioaktif: Kaya akan senyawa fitokimia seperti marmelosin, pektin, tanin, saponin, dan minyak atsiri alami.
  • Profil Nutrisi Hara: Mengandung hara makro Nitrogen, Fosfor, Kalium, serta hara mikro Magnesium dan Besi yang cukup melimpah.

Mengapa Buah Maja Sangat Potensial Dijadikan Pupuk Organik Cair?

Ternyata, rahasia utama mengapa buah maja sangat potensial dijadikan bahan pupuk cair terletak pada tingginya kandungan hara esensial dalam daging buahnya. Buah dari famili Rutaceae ini memproduksi berbagai nutrisi yang sanggup memicu pembentukan klorofil daun serta memperkuat bintil akar tanaman.

Ketika cairan racikan buah maja terserap oleh akar maupun daun, nutrisi alami tersebut akan mempercepat proses fotosintesis dan merangsang pembelahan sel tanaman secara optimal.

Para peneliti menemukan bahwa formulasi pupuk organik cair dari buah maja kaya akan berbagai kelompok hara dan senyawa aktif yang bermanfaat:

  • Unsur Nitrogen (12,91 ml/L): Memacu pertumbuhan vegetatif, mempercepat pembentukan tunas baru, serta meningkatkan kadar protein dalam tanah.
  • Unsur Fosfor (80,25 ml/L): Merangsang perkembangan sistem perakaran tanaman sehingga akar tumbuh lebih dalam, kuat, dan sehat.
  • Unsur Kalium (1,96 ml/L): Memperkuat daya tahan jaringan tanaman serta memperlancar transportasi karbohidrat ke seluruh bagian organ.
  • Senyawa Marmelosin dan Saponin: Berfungsi sebagai agen proteksi alami yang mampu meningkatkan ketahanan tanaman dari serangan hama pembawa penyakit.

Panduan dan Tata Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair Buah Maja

Proses pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar buah maja sebenarnya dapat kita lakukan dengan sangat mudah menggunakan peralatan sederhana di rumah. Pengolahan ini memanfaatkan proses fermentasi alami agar mikroorganisme baik dapat mengurai nutrisi buah maja secara sempurna.

Berikut adalah rincian langkah serta bahan yang dapat kita siapkan untuk membuat racikan pupuk cair buah maja:

  • Bahan Utama: Siapkan buah maja segar, air kelapa murni, air cucian beras, dan gula merah sebagai sumber energi mikroba.
  • Pencampuran Bahan: Tuangkan air kelapa ke dalam wadah stoples besar, lalu masukkan buah maja yang sudah dibelah menjadi dua bagian.
  • Penghancuran Daging Buah: Hancurkan daging buah maja menggunakan tangan secara merata sambil perlahan menuangkan air cucian beras ke dalam wadah.
  • Penambahan Gula: Masukkan gula merah yang telah dicairkan ke dalam campuran tersebut, kemudian aduk rata dan tutup wadah dengan rapat.
  • Proses Fermentasi: Aduk fermentasi bahan di dalam wadah selama 5 menit setiap hari secara rutin selama kurun waktu 15 hari.

Pembuktian Lapangan: Uji Coba Riset Universitas Teuku Umar pada Tanaman Kacang Hijau

Untuk membuktikan keampuhan nutrisi buah maja ini, tim peneliti dari Universitas Teuku Umar menggelar uji coba lapangan pada tanaman kacang hijau varietas VIMA-1. Mari kita lihat rincian identitas dari riset ilmiah tersebut:

  • Tim Peneliti: Putri Mustika Sari, Mawaddah Putri Arisma Siregar, dan Laila Apriani Hasanah Harahap.
  • Institusi: Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar, Aceh Barat, Indonesia.
  • Lokasi dan Waktu: Penelitian ini bertempat di Desa Sukajadi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, pada kurun waktu bulan Oktober hingga Desember tahun 2021.
  • Publikasi Resmi: Merekam hasil riset ini dalam Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi (Universitas Sebelas Maret) edisi Oktober 2022.
  • Komoditas Uji Coba: Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas VIMA-1 pada lahan kering dekat kawasan pantai.

Metode Eksperimen dan Variasi Dosis Pemupukan

Tim peneliti Universitas Teuku Umar menguji efektivitas pupuk cair buah maja yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik NPK Mutiara pada lahan kurang subur. Peneliti menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan untuk melihat respon pertumbuhan fisik tanaman secara detail.

Peneliti membagi dosis perlakuan pupuk cair buah maja dan NPK Mutiara menjadi beberapa tingkatan:

  • Konsentrasi M0: Perlakuan kontrol tanpa menggunakan pupuk organik cair buah maja.
  • Konsentrasi M1: Campuran 100 ml pupuk organik cair buah maja dengan 750 ml air.
  • Konsentrasi M2: Campuran 100 ml pupuk organik cair buah maja dengan 1500 ml air.
  • Konsentrasi M3: Campuran 100 ml pupuk organik cair buah maja dengan 2250 ml air.
  • Dosis NPK Mutiara: Pengujian dosis NPK Mutiara tingkat P1 sebesar 300 kg/ha (30g/plot) dan tingkat P2 sebesar 400 kg/ha (40g/plot).

Hasil Riset: Respon Pertumbuhan Vegetatif dan Evaluasi Dosis

Hasil riset ini memberikan gambaran yang sangat berharga bagi pengembangan formulasi pupuk organik cair di masa depan. Berdasarkan pengamatan intensif pada parameter fisik tanaman, berikut adalah poin-poin temuan utamanya:

  • Pengaruh pada Tinggi Tanaman: Pemberian pupuk cair buah maja pada konsentrasi M3 (1:22,5) menghasilkan rataan tinggi tanaman hingga 25,72 cm, meskipun secara statistik pengaruhnya belum menunjukkan perbedaan signifikan dibanding kontrol.
  • Pembentukan Jumlah Cabang: Perlakuan kombinasi pupuk cair M3 dan NPK dosis P2 (400 kg/ha) mencatatkan pembentukan cabang terbanyak yaitu 4,22 cabang pada tanaman kacang hijau.
  • Respon Diameter Batang: Perlakuan dosis NPK Mutiara P1 (300 kg/ha) terbukti memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pembesaran diameter batang tanaman hingga mencapai rataan 3,05 mm.
  • Penyebab Efek Belum Signifikan: Nutrisi pada pupuk organik cair membutuhkan waktu penguraian atau proses mineralisasi yang lebih lama di dalam tanah marginal sehingga penyerapan hara berjalan lambat.
  • Rekomendasi Riset Lanjutan: Tim peneliti menyarankan penambahan kepekatan larutan pupuk buah maja serta penyesuaian dosis pupuk pendamping agar ketersediaan hara bagi tanaman dapat tersuplai secara maksimal.

Kesimpulan

Berikut adalah poin-poin penting yang menyimpulkan potensi buah maja sebagai bahan pupuk organik alami: Hasil Riset Pupuk Organik Cair Buah Maja Manfaat & Cara Membuatnya

  • Kandungan Nutrisi Melimpah: Buah maja mengandung unsur hara makro Nitrogen, Fosfor, Kalium, serta senyawa aktif seperti marmelosin yang sangat potensial untuk bahan pembuatan pupuk cair.
  • Cara Pembuatan Mudah: Pengolahan buah maja dapat kita lakukan melalui metode fermentasi sederhana bersama air kelapa, air cucian beras, dan gula selama 15 hari.
  • Hasil Pengujian Lapangan: Uji coba oleh Universitas Teuku Umar pada tanah marginal Serdang Bedagai menunjukkan respon vegetatif positif pada pembentukan cabang dan tinggi tanaman kacang hijau varietas VIMA-1.
  • Tantangan Mineralisasi Hara: Sifat pupuk organik cair buah maja membutuhkan waktu proses perombakan hara di dalam tanah sehingga diserap secara lambat oleh sistem perakaran tanaman.
  • Arah Pengaplikasian Masa Depan: Peningkatan konsentrasi kepekatan larutan buah maja menjadi kunci utama agar pupuk organik alami ini mampu memberikan dampak pertumbuhan yang jauh lebih optimal.