Cara Meningkatkan Hasil Singkong dengan Hormon Auksin

Setiap kali kita menyusuri kawasan pedesaan di Indonesia, hamparan tanaman singkong (Manihot esculenta Crantz) atau ubikayu selalu menyapa mata dengan daun-daun kepundaknya yang sangat khas. Komoditas pangan yang satu ini memegang peranan sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Cara Meningkatkan Hasil Singkong dengan Hormon Auksin

Baca juga: Cara Membuat Perangsang Akar (Hormon Auksin) untuk Tanaman dan Bonsai

Singkong menduduki posisi ketiga sebagai sumber karbohidrat utama setelah padi dan jagung di tanah air. Di samping menjadi bahan makanan pokok di berbagai daerah, singkong juga menjadi bahan baku vital bagi industri tepung tapioka, pakan ternak, hingga industri energi terbarukan bioetanol.

Keunggulan utama tanaman singkong terletak pada daya adaptasinya yang luar biasa tangguh. Tanaman ini mampu bertahan hidup di lahan marginal yang kurang subur serta relatif toleran terhadap kondisi kekeringan.

Namun, seiring meningkatnya kebutuhan pasar industri, para petani sering menghadapi masalah produktivitas umbi yang cenderung melandai. Banyak petani menanam stek batang secara konvensional tanpa memberikan perlakuan pemacu akar di awal tanam.

Akibatnya, jumlah akar produktif yang terbentuk pada awal pertumbuhan relatif sedikit. Pembentukan akar yang lambat ini menyebabkan penyerapan nutrisi tanah kurang optimal sehingga jumlah dan bobot umbi saat panen menjadi kurang maksimal.

Mengapa Perakaran Awal Stek Singkong Menjadi Kunci Utama Panen?

Sahabat Petani perlu memahami bahwa perbanyakan tanaman singkong umumnya berlangsung secara vegetatif menggunakan stek batang. Metode tanam stek ini terbilang sangat praktis dan murah karena mampu menghasilkan bibit yang seragam dengan sifat induknya.

Namun, rahasia besar keberhasilan panen singkong sebenarnya terletak pada fase awal pembentukan akar adventif pada pangkal stek. Tidak semua akar yang tumbuh pada stek akan berkembang menjadi umbi simpanan (storage roots).

Tanaman singkong membutuhkan pembentukan akar produktif dalam jumlah banyak pada beberapa bulan pertama pertumbuhan. Akar-akar produktif inilah yang nantinya akan membesar dan menyimpan pati karbohidrat hingga masa panen tiba.

Jika pembentukan akar awal terhambat, tanaman hanya akan memperbanyak akar serabut halus yang tidak mampu berkembang menjadi umbi. Oleh karena itu, kita memerlukan sentuhan teknologi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) untuk merangsang inisiasi akar produktif sejak dini.

Mengenal Hormon Auksin (NAA & IBA) dan Perannya dalam Pembentukan Umbi

Di dalam dunia fisiologi tumbuhan, hormon auksin memegang peranan kunci sebagai pemicu utama pembentukan akar dan pemanjangan sel. Tanaman memang memproduksi hormon auksin alami di ujung tunas, namun jumlahnya sering kali kurang mencukupi untuk memicu perakaran stek secara cepat.

Guna mempercepat inisiasi akar pada stek batang singkong, para ahli meracik kombinasi dua jenis auksin sintetis yang sangat efektif, yaitu Naphthaleneacetic Acid (NAA) dan Indole-3-Butyric Acid (IBA).

Kedua jenis hormon auksin ini bekerja secara bersinergi dengan pembagian peran yang sangat presisi:

  • Peran Hormon IBA (Indole-3-Butyric Acid): Merangsang inisiasi calon akar adventif pada jaringan kambium batang stek serta mempercepat pembentukan sel-sel akar baru.
  • Peran Hormon NAA (Naphthaleneacetic Acid): Mempercepat pemanjangan sel akar, memicu percabangan akar, serta menjaga kestabilan hormon di dalam jaringan stek agar akar berkembang kokoh.
  • Keunggulan Formulasi Pasta Auksin: Mengoleskan auksin dalam bentuk formulasi pasta pada luka pangkal stek membuat bahan aktif menempel lebih lama dan terserap secara bertahap oleh jaringan batang.

Pembuktian Ilmiah: Riset Universitas Lampung pada Stek Singkong

Untuk membuktikan keampuhan aplikasi pasta auksin terhadap peningkatan hasil singkong, tim peneliti terkemuka dari Universitas Lampung merancang eksperimen ilmiah yang sangat cermat. Mari kita cermati bersama rincian profil riset yang telah dipublikasikan secara resmi tersebut:

  • Tim Peneliti Utama: Naufal Dani Fauzan, Prof. Dr. Ir. Yusnita, M.Sc., Dr. Ir. Samsul Asmara, M.Si., Prof. Dr. Ir. Agus Karyanto, M.Sc., dan Dr. Ir. R.A.D. Widyastuti, M.S..
  • Institusi Peneliti: Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
  • Publikasi Ilmiah: Diterbitkan secara resmi pada Jurnal Agronomi Indonesia (IPB University) Vol. 53 No. 1 edisi tahun 2025.
  • Bahan Uji Coba: Stek batang singkong klon unggul (seperti varietas Garuda, Kasetsart, dan Roti) yang diberi perlakuan campuran pasta auksin NAA + IBA (1:1).
  • Konsentrasi yang Diuji: Perlakuan konsentrasi pasta auksin dari 0 ppm (kontrol), 500 ppm, 1.000 ppm, hingga 2.000 ppm.

Hasil Riset: Pemecahan Rekor Pertumbuhan Tunas dan Akar Produktif

Setelah mengamati pertumbuhan tanaman secara berkala hingga masa panen, para peneliti menemukan fakta ilmiah yang sangat menakjubkan:

  • Lonjakan Tinggi Tunas: Pemberian campuran pasta auksin NAA + IBA (1:1) konsentrasi 500 ppm secara signifikan meningkatkan tinggi tunas dari 82,7cm (kontrol) menjadi 104,2 cm. Meningkatkan konsentrasi menjadi 1.000 ppm makin mendongkrak tinggi tunas hingga mencapai 119,2 cm.
  • Peningkatan Rimbun Daun: Aplikasi pasta auksin meningkatkan jumlah daun tanaman dari rata-rata 34 helai (kontrol) menjadi 44 hingga 47 helai per tanaman.
  • Pertumbuhan Bobot Tanaman: Pemberian auksin menaikkan bobot total tanaman secara drastis dari 2,2 kg (kontrol) menjadi 3,6 kg hingga 4,1kg per tanaman.
  • Pembentukan Akar Produktif Melimpah: Aplikasi pasta auksin konsentrasi 500 ppm dan 1.000 ppm secara nyata memperbanyak jumlah akar produktif serta meningkatkan bobot umbi simpanan pada varietas Garuda dan Kasetsart.
Parameter PengamatanKontrol (Tanpa Auksin)Pasta Auksin 500 ppmPasta Auksin 1.000 ppm
Tinggi Tunas Tanaman82,7 cm104,2 cm119 cm
Jumlah Daun per Tanaman34 helai44 helai47 helai
Bobot Total Tanaman2,2 kg3,6 kg 4,1 kg
Jumlah Akar ProduktifSedikit / StandarMeningkat NyataMeningkat Optimal
[cite: 1]

Panduan Praktis Aplikasi Pasta Auksin pada Stek Singkong di Sawah

Berdasarkan temuan riset ilmiah dari Universitas Lampung tersebut, Sahabat Petani dapat menerapkan teknik pemacuan akar ini secara mandiri di lahan masing-masing:

  1. Pilih Batang Stek Berkualitas: Potong batang singkong yang sehat, matang fisiologis, dan bebas penyakit sepanjang 20–25 cm dengan potong rata pada bagian pangkal.
  2. Siapkan Pasta Auksin (NAA + IBA): Campurkan bahan aktif NAA dan IBA dengan perbandingan 1:1 hingga mencapai konsentrasi 500 ppm hingga 1.000 ppm dalam media carrier berupa pasta/gel steril.
  3. Oleskan pada Pangkal Stek: Oleskan pasta auksin secara merata pada area melingkar bekas potongan pangkal stek batang atau area pelukaan melingkar sekitar 1–2 cm.
  4. Tanam dan Beri Pupuk Berimbang: Tanam stek yang telah diolesi pasta ke dalam tanah, lalu kombinasikan dengan pemberian pupuk anorganik NPK dan pupuk kandang sapi untuk mendukung perkembangan umbi yang maksimal.

Kesimpulan

Berikut adalah poin-poin penting yang merangkum keseluruhan artikel mengenai penggunaan hormon auksin untuk meningkatkan hasil panen singkong: Cara Meningkatkan Hasil Singkong dengan Hormon Auksin

  • Pentingnya Akar Produktif: Keberhasilan hasil panen singkong sangat ditentukan oleh jumlah pembentukan akar produktif (calon umbi) pada fase awal pertumbuhan stek.
  • Inovasi Pasta Auksin: Perlakuan campuran hormon auksin NAA dan IBA (1:1) dalam bentuk pasta terbukti efektif merangsang inisiasi akar dan pertumbuhan tunas stek singkong.
  • Peningkatan Pertumbuhan Nyata: Aplikasi pasta auksin konsentrasi 500 ppm hingga 1.000 ppm meningkatkan tinggi tunas dari 82,7 cm menjadi 119,2 cm serta menambah jumlah daun dan bobot tajuk tanaman.
  • Hasil Umbi Melimpah: Perlakuan auksin berhasil mendongkrak bobot total tanaman hingga 4,1kg per tanaman serta memperbanyak pembentukan umbi produktif.
  • Rekomendasi Praktis: Petani disarankan mengoleskan pasta auksin pada pangkal stek varietas unggul (seperti Garuda atau Kasetsart) yang diimbangi dengan pemupukan organik dan anorganik berimbang di lapangan.

Daftar Pustaka

  1. Fauzan, N. D., Yusnita, Y., Asmara, S., Karyanto, A., & Widyastuti, R. A. D. (2025). Improving cassava growth and yield through auxin paste treatment on cuttings: A clonal comparison. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 53(1), 122-130.
  2. Setiya Wati, T. A., Yusnita, Y., Asmara, S., Karyanto, A., & Widyastuti, R. A. D. (2025). Aplikasi campuran auksin NAA dan IBA pada pertumbuhan dan hasil ubikayu. Jurnal Agrotropika, 24(2), 290-299.