Bioherbisida Wedelia: Solusi Alami Pembasmi Gulma Ramah Lingkungan
Sahabat petani pasti sering melihat tanaman dengan bunga kecil berwarna kuning cerah yang menjalar indah di tepi jalan atau pekarangan. Tanaman tersebut adalah wedelia (Wedelia trilobata L.) atau sering disebut juga bunga seruni kayu. Bioherbisida Wedelia: Solusi Alami Pembasmi Gulma Ramah Lingkungan
Baca juga: 3 Cara dan Waktu Menggunakan Harbisida pada Tanaman Padi
Wedelia termasuk ke dalam famili Asteraceae yang berasal dari kawasan Amerika Tropis. Tanaman herba ini memiliki daya tahan yang sangat kuat dan mampu tumbuh cepat di berbagai jenis kondisi tanah.
Meskipun sering kita jadikan sebagai tanaman penutup tanah atau tanaman hias, wedelia tergolong sebagai tanaman invasif. Tanaman ini mampu menekan pertumbuhan vegetasi lain di sekitarnya hingga tanaman di dekatnya sulit berkembang.
Kemampuan menekan tanaman lain inilah yang memicu rasa penasaran para peneliti untuk memanfaatkan wedelia sebagai bahan herbisida alami.
Ciri-ciri Utama Tanaman Wedelia:
- Habitus Pertumbuhan: Herba menjalar (creeping) dengan stolon yang membentuk perakaran kuat di setiap ruas batang.
- Bentuk Daun: Daun berwarna hijau tua, memiliki tiga lekukan (trilobata), dan permukaannya sedikit berrambut kasar.
- Bunga: Bunga tunggal berbentuk seperti bunga matahari kecil berwarna kuning cerah dengan bertangkai panjang.
- Sifat Ekologis: Sangat invasif, tahan pemangkasan, cepat berkembang biak, dan memancarkan racun alami ke tanah.
Mengapa Wedelia Bisa Menjadi Herbisida Alami?
Ternyata, rahasia utama mengapa wedelia mampu menghentikan pertumbuhan tanaman lain terletak pada fenomena alam bernama alelopati (allelopathy). Tanaman wedelia memproduksi dan melepaskan senyawa kimia sekunder yang kita kenal sebagai zat alelokimia.
Ketika zat alelokimia ini terserap oleh gulma sasaran, senyawa tersebut akan mengganggu proses metabolisme, pembelahan sel akar, hingga merusak jaringan sel gulma.
Para peneliti menemukan bahwa ekstrak daun wedelia kaya akan berbagai kelompok senyawa bioaktif yang beracun bagi gulma:
- Senyawa Fenolik dan Flavonoid: Menghambat aktivitas enzim pertumbuhan, menekan perkecambahan biji gulma, serta merusak klorofil daun.
- Diterpenoid dan Sesquiterpen Lakton: Mengganggu pembelahan sel pada titik tumbuh akar dan tunas gulma sasaran.
- Asam Galat (Gallic Acid) dan Asam Vanilat (Vanillic Acid): Merusak membran sel gulma sehingga memicu kebocoran nutrisi dan menghentikan penyerapan air.
- Alkaloid dan Phytosterol: Menurunkan sistem pertahanan antioksidan gulma sehingga jaringan gulma mengalami stres oksidatif lalu mati.
Pembuktian Lapangan: Uji Coba Riset UGM pada Tanaman Kedelai
Untuk membuktikan keampuhan racun alami wedelia ini, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar uji coba penelitian yang sangat menarik. Mari kita lihat rincian identitas penelitian tersebut:
- Tim Peneliti: Faisal Abdillah, Dyah Weny Respatie, dan Aziz Purwantoro.
- Institusi: Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
- Asal Bahan dan Waktu: Daun wedelia segar diambil dari daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah dari bulan Desember 2024 hingga Juni 2025.
- Publikasi Resmi: Merekam hasil riset ini dalam Jurnal Agronomi Indonesia (IPB University) edisi April 2026.
- Gulma Sasaran Uji Coba: Rumput teki (Cyperus rotundus L.) dan gulma daun lebar (Tridax procumbens L.).
Metode Eksperimen dan Tata Cara Pengaplikasian
Tim peneliti UGM menguji efektivitas ekstrak daun wedelia dengan konsentrasi 40%. Peneliti menggunakan rancangan percobaaan Petak Terbagi (Split-Plot Design) untuk mencari tahu kapan waktu penyemprotan yang paling tepat.
Peneliti membagi variasi waktu penyemprotan ekstrak wedelia menjadi tiga tingkatan:
- Aplikasi D-7: Penyemprotan ekstrak dilakukan pada 7 hari sebelum penanaman benih kedelai.
- Aplikasi D0: Penyemprotan ekstrak dilakukan tepat pada hari penanaman benih kedelai.
- Aplikasi D+7: Penyemprotan ekstrak dilakukan pada 7 hari setelah penanaman benih kedelai.
Sebagai pembanding, peneliti juga menyiapkan dua kelompok kontrol, yaitu kontrol tanpa perlakuan herbisida (C0-) dan kontrol herbisida kimia pendimethalin (C0+).
Hasil Riset: Waktu Terbaik dan Keamanan bagi Tanaman Kedelai
Hasil riset ini memberikan kabar yang sangat menggembirakan bagi dunia pertanian ramah lingkungan. Berdasarkan pengamatan intensif selama 4 minggu setelah tanam, berikut adalah poin-poin temuan utamanya:
- Aplikasi D-7 Paling Paling Ampuh: Penyemprotan ekstrak wedelia 40% pada 7 hari sebelum tanam (D-7) terbukti paling efektif menekan perkecambahan gulma Tridax procumbens dan menghentikan pertunasan umbi rumput teki Cyperus rotundus.
- Bekerja sebagai Bioherbisida Pratumbuh: Ekstrak wedelia bekerja sangat optimal sebagai herbisida pre-emergence, yaitu mematikan biji dan umbi gulma sebelum mereka sempat tumbuh di atas tanah.
- Sangat Aman untuk Kedelai: Penyemprotan ekstrak wedelia sama sekali tidak merusak atau mengganggu tanaman kedelai. Bobot kering tajuk dan akar kedelai tetap tumbuh subur dan sehat setara dengan tanaman normal.
- Lebih Unggul dari Herbisida Kimia: Pengaplikasian herbisida kimia pendimethalin (C0+) justru membuat tanaman kedelai menjadi kerdil dan akhirnya mati. Sebaliknya, ekstrak wedelia terbukti selektif karena mematikan gulma tanpa melukai tanaman utama.
Kesimpulan
Berikut adalah poin-poin penting yang menyimpulkan potensi wedelia sebagai herbisida alami: Bioherbisida Wedelia: Solusi Alami Pembasmi Gulma Ramah Lingkungan
- Potensi Bahan Alami: Tanaman liar wedelia mengandung senyawa bioaktif fenolik, flavonoid, dan asam galat yang efektif menekan pertumbuhan gulma.
- Waktu Aplikasi Optimal: Pengaplikasian terbaik ekstrak daun wedelia 40% dilakukan pada 7 hari sebelum penanaman (D-7).
- Mekanisme Kerja Pratumbuh: Ekstrak wedelia sangat efektif mematikan biji gulma daun lebar dan menggagalkan pertunasan umbi rumput teki sejak awal.
- Selektivitas Tinggi: Bioherbisida alami ini aman digunakan karena tidak mengganggu pertumbuhan akar maupun tajuk tanaman kedelai.
- Solusi Berkelanjutan: Pemanfaatan ekstrak wedelia menjadi langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan pada herbisida kimia sintetis.
Daftar Pustaka
- Abdillah, F., Respatie, D. W., & Purwantoro, A. (2026). Application time of Wedelia trilobata leaf extract as a bioherbicide for controlling dominant weeds in soybeans. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 54(1), 17-29.
- Uyun, Q., Respatie, D. W., & Indradewa, D. (2024). Unveiling the Allelopathic Potential of Wedelia Leaf Extract as a Bioherbicide against Purple Nutsedge: A Promising Strategy for Sustainable Weed Management. Sustainability, 16(2), 479.
- Chen, B. M., Liao, H. X., Chen, W. B., Wei, H. J., & Peng, S. L. (2017). Role of allelopathy in plant invasion and control of invasive plants. Allelopathy Journal, 41(2), 155-166.
- Huang, K., & Nguyen, H. K. (2020). Phytotoxic compounds isolated from Wedelia chinensis. Journal of Plant Interactions, 15(1), 220-228.



