5 Manfaat Rekayasa Genetika Tanaman
Rekayasa Genetika Tanaman adalah Manipulasi langsung gen tanaman untuk tujuan mendapatkan tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul menggunakan bioteknologi. 5 Manfaat Rekayasa Genetika Tanaman
Menurut sebuah studi oleh ilmuan University of Göttingen Lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia menderita malnutrisi mikronutrien karena kekurangan mineral dan vitamin.
Orang miskin di negara berkembang paling terpengaruh, karena pola makan mereka biasanya didominasi oleh makanan pokok bertepung, yang merupakan sumber kalori yang tidak mahal tetapi mengandung mikronutrien dalam jumlah rendah.
Alasan Rekayasa Gentika Penting
Para peneliti menjelaskan bagaimana rekayasa genetika tanaman dapat membantu mengatasi malnutrisi mikronutrien secara berkelanjutan.
Manfaat Rekayasa Genetika
1. Memperkaya Nutrisi
Salah satu intervensi yang diperlukan dibidang pertanian dengan membudidayakan tanaman pangan pokok dengan kandungan mikronutrien yang lebih tinggi, atau disebut juga ‘biofortifikasi’.
Namun biofortifikasi konvensional memiliki batasan sehingga para ilmuwan meyakinkan bahwa dengan rekayasa genetika dapat membantu meningkatkan lebih lanjut manfaat tanaman biofortifikasi.
Keuntungan lain dari rekayasa genetika adalah bahwa sejumlah besar mikronutrien dapat digabungkan dalam tanaman yang sama. “Ini sangat penting, karena orang miskin sering menderita kekurangan gizi mikro,” kata penulis bersama dan Pemenang Penghargaan Pangan Dunia 2016 Dr Howarth Bouis dari Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional.
2. Meningkatkan Produktivitas
Rekayasa genetika juga dapat membantu menggabungkan kemampuan mencukupi mikronutrien dengan kemampuan agronomi yang meningkatkan produktivitas.
3. Tanaman Tahan Hama
4. Tanaman Tahan Kekeringan
5. Masa panen tanaman yang lebih cepat
Mengapa rekayasa gentika tanaman banyak ditentang?
Para penulis mengakui bahwa rekayasa genetika dipandang skeptis oleh banyak orang, terlepas dari kenyataan bahwa tanaman yang dihasilkan terbukti aman untuk konsumsi manusia dan lingkungan.
Jurnal Referensi:
- Dominique Van Der Straeten, Navreet K. Bhullar, Hans De Steur, Wilhelm Gruissem, Donald MacKenzie, Wolfgang Pfeiffer, Matin Qaim, Inez Slamet-Loedin, Simon Strobbe, Joe Tohme, Kurniawan Rudi Trijatmiko, Hervé Vanderschuren, Marc Van Montagu, Chunyi Zhang, Howarth Bouis. Multiplying the efficiency and impact of biofortification through metabolic engineering. Nature Communications, 2020; 11 (1) DOI: 10.1038/s41467-020-19020-4




