10 Tren Pertanian Modern Tahun 2026-2027
10 Tren Pertanian Modern Tahun 2023-2025. Bertani adalah salah satu profesi yang menjanjikan dimasa depan, karena semua aspek kehidupan pada dasarnya bertumpu pada pertumbuhan hasil produksi. Negara-negara agraris seperti Indonesia menjadi objek pertanian modern yang menjanjikan, meskipun memang Bertani di Negara berkembang penuh tantangan di mana biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual produksi.
Tetapi ini hanya masalah waktu, era akan terus maju, lambat laun kesadaran akan ketahanan pangan akan menjadi prioritas. Krisis pangan karena pandemic sebenarnya cukup memberi kesadaran bagi semua kalangan, pemerintah dalam kebijakannya mensupport petani, pola dan strategi petani dalam meningkatkan hasil produksi, akses petani digital dan banyak lagi.
Tren Pertanian Modern Masa Depan
Setidaknya menurut startus-insight.com ada 10 tren agriculture modern yang berkolaborasi dengan teknologi baru mulai berkembang.
1. Internet of Things
Pemantauan lahan tanaman dalam pertanian konvensional membutuhkan tenaga kerja intensif, peralatan fisik, waktu, dan usaha. Teknologi IoT memberikan alternatif untuk metode tradisional ini. Perangkat IoT berisi satu atau lebih sensor yang mengumpulkan data dan memberikan informasi yang akurat melalui aplikasi seluler atau cara lain secara real-time.
2. Robotika Pertanian
Kekurangan tenaga kerja adalah masalah kritis yang dihadapi petani, dan ini diperkuat dalam kasus operasi lapangan yang besar. Jadi, startup memproduksi robot pertanian untuk membantu petani dengan berbagai operasi pertanian, termasuk memetik buah, memanen, menanam, mentransplantasikan, menyemprot, menyemaian, dan menyiangi.
3. Kecerdasan Buatan
Menggabungkan kecerdasan buatan di bidang pertanian memberi petani wawasan real-time dari bidang mereka, memungkinkan mereka untuk proaktif.
4. Drone
Meningkatkan produktivitas pertanian sambil menghemat biaya sangat menantang. Tetapi drone, juga dikenal sebagai kendaraan udara tak berawak (UAV), membantu petani mengatasi kerumitan ini dengan cara yang efektif.
5. Pertanian Presisi
Degradasi lingkungan mendorong seruan untuk solusi berkelanjutan di semua industri. Keberlanjutan dalam pertanian mengacu pada penggunaan metode dan input ramah lingkungan yang memiliki dampak negatif nol atau minimal terhadap lingkungan. Contohnya adalah manajemen tanaman spesifik lokasi (SSCM), umumnya dikenal sebagai pertanian presisi. Ini adalah metode di mana petani menggunakan jumlah input yang tepat, seperti air, pestisida, dan pupuk, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil.
6. Bioteknologi Pertanian
Banyak hasil panen terbuang sia-sia karena hama dan penyakit tanaman. Meskipun agrokimia digunakan di ladang, mereka bukan solusi terbaik dalam hal keberlanjutan. Di sisi lain, penerapan bioteknologi di bidang pertanian meningkatkan kualitas tanaman dan ternak. Teknik ilmiah seperti pemuliaan tanaman, hibridisasi, rekayasa genetika, dan kultur jaringan memfasilitasi identifikasi sifat-sifat yang lebih baik pada tanaman dengan lebih cepat.
7. Big Data & Analytics
Volume besar data pertanian dihasilkan setiap hari, yang tidak baik jika tidak dianalisis. Teknik big data dan analitik mengubah data ini menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Statistik luas panen, produksi tanaman, perkiraan tanaman, penggunaan lahan, irigasi, harga pertanian, ramalan cuaca, dan penyakit tanaman, meletakkan dasar untuk musim pertanian berikutnya.
8. Pertanian Lingkungan terkendali
Peristiwa cuaca yang berfluktuasi dan ekstrem terus-menerus menghambat metode pertanian konvensional. Selanjutnya, menanam tanaman di kota-kota berpenduduk, gurun, atau kondisi tidak menguntungkan lainnya menimbulkan tantangan yang signifikan. Hal ini diatasi dengan controlled environment agriculture (CEA). Di CEA, tanaman mengalami proporsi cahaya, suhu, kelembaban, dan nutrisi yang terkontrol. Ada lingkungan tumbuh yang berbeda, yaitu, pertanian dalam ruangan, pertanian vertikal, rumah kaca, antara lain.
9. Pertanian Regeneratif
Praktik pertanian konvensional menyebabkan erosi dan kerak tanah jangka panjang. Seringkali, membajak, mengolah, dan overgrazing tidak memberikan banyak waktu bagi tanah untuk menghidupkan kembali sebelum musim tanam berikutnya. Pertanian regeneratif, di sisi lain, menyebabkan gangguan tanah minimal sambil berfokus pada peningkatan keanekaragaman hayati tanah dan kebangkitan tanah lapisan atas. Ini melibatkan praktik yang berbeda seperti pertanian tanpa pengolahan tanah, pengolahan tanah yang berkurang, rotasi tanaman, dan banyak lagi. Misalnya, tanaman penutup ditanam untuk menutupi tanah di antara musim tanam untuk mengembalikan kesuburan tanah.
10. Digitalisasi & Konektivitas
Petani harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman, tidak boleh hanya terfokus pcara meningkat tanaman. Penting untuk mendapat akses pasar yang baik, monitoring perubahan iklim, penyakit, akses perbaikan tanaman dan Teknik pengolahan baru.
Kurangnya konektivitas melalui jaringan atau broadband yang mapan adalah masalah di daerah pedesaan secara global. Pertanian pintar tidak mungkin tanpa teknologi konektivitas seperti 5g, LPWAN, broadband pedesaan, atau konektivitas berkemampuan satelit. 5g memfasilitasi berbagai perangkat IoT, robot, dan sensor untuk mengkomunikasikan data pada kecepatan ultracepat. Hal ini memungkinkan petani untuk memantau data secara lebih akurat secara real-time dan mengambil tindakan yang diperlukan.
Teknlogi-teknologi di atas meskipun berjalan lambat di Indonesia, tapi itu adalah bagian yang pasti akan terjadi.




